S.I.M

Aku cuman pengen share, 3 minggu yang lalu aku pulang ke surabaya sempet ngurus SIM.
ada yang kubanggakan dalam pengalamanku kali ini, aku mengurus sebuah SIM tanpa melalui calo sekalipun, murni sesuai prosedur yang ada. mungkin bagi orang lain itu adalah hal yang biasa, tapi bagiku itu adalah hal yang sangat kukagumi, banyak yang kukagumi. kagum akan prosedur pengurusan yang tidak berbelit, bapak polisi yang sangat membantu sekali dalam pengurusan, menjelaskan tanpa lelah kepadaku bagaimana prosedur yang akan dilalui dan tentu saja aku kagum karena ini adalah SIM pertama ku setelah 7 tahun mengendarai motor tanpa SIM :D .

Tapi ada juga yang tidak aku suka, ’setan’ calo yang masih berkeliaran kesana kemari. bahkan aku sempet tergoda oleh bujuk rayuannya untuk dibantu, tapi Alhamdulillahirobbil ‘Aalamiin aku berhasil melewati godaan itu. bahkan ketika melihat disana, sebenarnya tukang parkir, ibu penjual makanan di kantin mereka sebenarnya adalah calo juga. pertama aku kaget, ketika ditawari oleh mereka aku jadi tau. Kadang dipikir juga, itu bukan murni kesalahan para calo, karena pengurusan SIM adalah sebuah ladang basah. dalam 1 hari di pengurusan SIM ada sekitar 200 orang, apalagi hari sabtu, bisa 2-3 kali lipat. Menurutku calo tidak boleh ada, tetapi tidak seperti yang sekarang ini. lebih mengarah ke bantuan untuk menguruskan biaya2 sedangkan untuk tes kesehatan, teori dan praktek harus dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan, tentu saja ini akan mengurangi pendapatan calo tersebut.

Alhamdulillah setidaknya KKN ada realisasinya dinegeri ini, 1 dari sekian ribu kasus KKN yang ada di negeri ini sudah terlihat  lumayan baik meskipun belum bisa total sepenuhnya. seorang temen pernah ngomong, “jika ingin negara baik, maka rakyatnya harus baik dan mulai dari kita sendiri yang harus baik. percuma gembar-gembor berantas korupsi, kolusi tetapi kita sendiri masih melakukan kolusi&korupsi, misal dengan cara menggunakan  calo untuk pengurusan SIM”. sama juga boong donk. hehehehe

Belum Ada Komentar.

Tinggalkan pesan