Panas Jalan tidak Sepanas Api Neraka
Sudah 4 kali aku kehilangan alas kaki di masjidnya Indosat,
1 sepatu dan 3 sandal jepit, 3 pinjem temen dan 1 milik ku sendiri
dari ke-empat2nya kalo dilihat dari kualitas nggak bagus sama sekali. dan keempat-empatnya hilang dilingkungan Indosat.
sebenarnya aku nggak pengen suudzon bahwa sandal/sepatuku dicuri, aku lebih suka menyebut barang-barangku tersebut dipinjam.
Kejadian pertama kali yaitu sepatu pantofelku waktu sedang sholat jum’at di aula Indosat Kayoon. Padahal waktu itu aku sedang ada tugas luar di Indosat Kayoon Surabaya, dari segi kualitas sepatuku hanya seharga 70 ribu waktu itu, dan sudah berusia 2 tahun. tidak hanya itu, didalamnya pun ada sepasang kaos kaki yang sudah berlubang kira-kira berusia 1 tahun tidak pernah kucuci :p. mana mungkin kan mereka mau mencuri barang seperti itu, akupun lebih suka menyebut barangku dipinjam, mungkin peminjam sedang ada interview/tes lowongan pekerjaan, sehingga harus cepat-cepat pinjem barang.
Kejadian kedua - ketiga terjadi pada masjid arroyaan Indosat Daan Mogot, mungkin ini kesalahanku murni. karena aku menaruh sandal jepit dekat dengan tempat wudlu, sehingga jamaah jumat cenderung untuk meminjamnya karena berdekatan dengan tempat wudlu (lokasi wudlu berada diluar masjid sehingga untuk wudlu harus pake alas kaki). dan ketika akhir sholat jumat, mungkin ada yang kepengen buang hajat cepat-cepat sehingga nyamperin sandal yang dikira sandal masjid. akupun waktu itu pulang tanpa alas kaki sambil jinjit2 dan lumayan jauh antara masjid dengan kantorku, sehingga membuat kakiku melepuh disamping panas terik matahari waktu itu cukup menggigit, kejadian itu pun berulang2 hingga 2 kali tapi akhirnya membuat kakiku kebal.
Kejadian keempat persis terjadi hari ini, sudah lama aku nggak kehilangan sandal. karena kejadian ketiga tersebut, aku sadar bahwa sandal jepit jangan ditaruh di dekat tempat wudlu. Sandalpun waktu itu kutaruh jauh dari tempat wudlu sebelah sepatu pakalolo yang bagus sekali menurutku, tapi prediksiku salah, sandalku pun yang raib. sudah kutowafi masjid, tapi ga ada sandal dengan ciri-ciri yang kupakai tadi. walhasil, kesimpulanpun kuambil, ya sudahlah aku telanjang kaki saja seperti biasanya.
Meskipun kakiku melepuh lagi, setidaknya aku berpikir.. ternyata panas jalan tidak sepanas api neraka, biarlah melepuh yang penting hatiku sejuk, sesejuk musim semi yang menghijaukan pepohonan.
jadi malu soalnya saya sering ghashab sandal di manarul. Saya sadar ini salah dan akan memperbaikinya
hehehe
amiiin
Si Ulum jadi lebih bijak skr.
Disini malah barang2 sering ditaruh tidak ilang tuh
”
Malah kalo’ sampe ada yang ilang ada pameo “Mungkinkah org Indo pencurinya ?
Paaarraaah banget khan ?
@buchin
saya juga masih sering kok, tapi biasanya abis itu ngomong ke orangnya. ini jelek jangan ditiru
@bu iin
waah ternyata indonesia terkenal ya, mungkin ini karena sering diajarkan kepada kita. “Ambil yang baik-baik saja dan tinggalkan yang jelek”
masulum baik hati dan penyabar
Jika yang maha kuasa mengatakan KUN FAYAKUN, maka terjadilah.. tanya kenapa…?