Urun PILKADA DKI
Saya bukan orang politik, tidak suka politik tetapi saat ini sedang mengikuti informasi-informasi pilkadal CAGUB DKI, dari dua calon tersebut terlihat no. 1 banyak kelebihan daripada no. 2, terlihat no. 1 lebih berani memberikan program (meskipun kita tau janji selalu ga pernah 100% ditepati dalam dunia politik), bahkan pemaparan strategi yang akan digunakan pun terlihat lebih jelas, kerja tim dengan CAWAGUB nya juga bagus. salut untuk no. 1, meskipun hanya didukung 1 partai, beda banget dengan no. 2 terlihat ga jelas programnya, selalu mengunggulkan etnis tertentu, seperti terlihat kampungan bahwa jakarta tidak hanya dihuni oleh etnis tersebut, tapi multikultural, CAGUB sepertinya jika dalam debat, terlihat menang sendiri dan tidak pernah diberikan CAWAGUB kesempatan untuk menjawab (mungkin bagi yang melihat debat CAGUB di metro TV tau), tetapi kekuatan hebatnya adalah didukung oleh 20 partai (saya tidak percaya suara partai adalah suara rakyat, bagi saya suara partai adalah suara golongan tertentu). dan saya juga bukan pendukung partai unggulan CAGUB no. 1 ataupun 20 partai CAGUB no.2,dan tidak mempunyai hak pilih di DKI, saya juga bukan golongan putih karena setiap pemilihan saya selalu memilih mana yang menurut saya baik berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat.
Saya cuman berharap, bahwa pemilih adalah benar-benar memilih dengan hati nurani, tidak karena banyaknya partai atau karena ketampanan CAGUB nya. tapi benar-benar hati yang tulus dan bersih, karena jika kita salah pilih maka, 5 tahun lamanya kita akan menderita. Semoga, Jakarta yang saya tempati saat ini lebih baik untuk 5 tahun mendatang, bisa setara dengan KL, Singapore dan capital city di seluruh dunia. dan semoga dengan kemacetan, korupsi, kemiskinan dan berbagai macam penyakit di Jakarta bisa segera tuntas(meskipun saya yakin tidak bisa hanya dalam 5 tahun) membuat saya lebih betah, dan nyaman tinggal di ibukota.
Kalo misal seandainya..
semua orang ngomongnya gini : “Yg menang pasti si Z, soalnya mesin politiknya tangguh, dukungan dari mana-mana.. tapi klo saya pribadi sih milihnya Y aja, lebih sreg..”
Masih ada logika bagi minoritas supaya optimis.. ini berlaku ga cuma pilkada saat ini, tapi untuk kebanyakan pemilihan langsung ..
ya ngga’?
Pendapat yang objeyektif, saya terkesan apa yang saurada sampaikan. thx
thx untuk tanggapannya.
sekali lagi saya bukan orang politik, hanya kuli IT